Cabut Gigi Sendiri
Ngutip dari satu buku berjudul “Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya”
isi nya :
Seorang Anggota komunitas kami punya gigi yang sangat buruk. Dia perlu mencabut beberapa giginya, tetapi dia lebih suka melakukannya tanpa dibius. Akhirnya, dia menemukan seorang ahli bedah gigi yang bersedia mencabu giginya tanpa pembiusan. Dia telah ke sana beberapa kali dan tak ada masalah.
Membiarkan gigi dicabut tanpa pembiusan oleh dookter gigi muungkin lumayan mengesankan, tetapi tokoh kita ini ternyata lebih mengesankan lagi. Dia berani mencabut sendiri giginya tanpa pembiusan.
Kami melihatnya, diluar bengkel dengan sebuah tang biasa. dia memegang gigi segar yang baru dicabutnya dan masih berlumuran darah. Tak masalah, dia membersihkan darah dari tang itu sebelum mengembalikan ke bengkel.
Saya bertanya kepadanya, bagaimana dua melakukannya. Apa yang dia katakan memberikan satu contoh tentang rasa sakit sebagai faktor utama rasa takut.
“Ketika saya memustuskan untuk mencabut gigi saya sendiri itu tidak menyakitkan. Ketika berjalan menuju bengkel, itu tidak menyakitkan. Saat saya mengambil tang tidak menyakitkan. Ketika saya menjepit gigi saya dengan tang itu masih tidak menyakitkan. Ketika saya menggeliat dan mencabut giginya, itu baru menyakitkan, tetapi cuma beberapa detik saja. Saat gigi sudah tercabut, tak ada rasa sakit lagi hanya sisa sakit yang tadi. Rasa sakitnya cuma 5 detik saja, itu saja kok”
Teman-teman sekalian, mungkin kita sedikit meringis mendengar ceritanya di atas. Karena takut, barangkali kita akan merasa lebih kesakitan. Jika kita mencoba cara yang sama itu mungkin akan sangat menyakitkan, bahka sebellum mengambil tang dari bengkel. Intinya rasa takut merupakan faktor utama rasa sakit, kalo sudah takut duluan dijamin akan merasa sakit.
Semoga Bermanfaat…




